Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Lab 31. Tunnel L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol)

Gambar
  Lab 31. Tunnel L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) adalah jenis protocol lain dalam jaringan VPN. Salah satu pengembangan dari PPTP, yang lebih didukung firewall, perangkat dan system operasi terbaru atau modern. Komunikasi yang digunakan L2TP adalah UDP yang berada di port 1701. Pada topologi diatas, terdapat tiga buah mikrotik dan dua buah PC. Salah satu mikrotik diibaratkan sebagai internet. Kalian tinggal mengganti image salah satu mikrotik menjadi cloud. Seperti biasa, ganti identitas router dan tambahkan ip address di setiap interface pada semua router (kecuali router yang sebagai internet).   Untuk konfigurasi router(internet) bisa dilihat pada step dibawah ini. Setelah itu kita konfigurasikan L2TP nya. -R1 Lalu kita cek ip dhcp client pada R1 -R2 Jika sudah maka kita akan konfigurasikan static route pada R1 dan R2.   -R1 > ip route add gateway=2.2.2.2 dst-address=192.168.2.0/24   -R2 > ip route a...

Lab 30. Tunnel PPPoE (Point To Point Protocol over Ethernet)

Gambar
  Lab 30. Tunnel PPPoE (Point To Point Protocol over Ethernet) PPPoE adalah sebuah protocol jaringan untuk melakukan enkapsulasi frame Point-to-Point Protocol(PPP) di dalam paket Ethernet, biasanya dipakai untuk jasa layanan ADSL untuk menghubungkan modem ADSL di dalam jaringan Metro Ethernet.   PPPoE seperti Point-to-Point, di mana harus ada satu point ke satu point lagi Pada lab ini kita masih menggunakan 2 router, 2 pc dan 1 cloud (router ganti image menjadi cloud). Setelah itu, lakukan: -Memberi identitas pada tiap router yang sesuai   -Memberi IP untuk router di tiap interface-nya, kecuali untuk router yang diubah image-nya, untuk konfigurasi ada di step bawah*.   -Memberi IP dan gateway untuk tiap PC   *Konfigurasinya bisa dilihat di bawah ini (Setelah kalian masuk ke "ip dhcp-server setup", kalian tinggal tekan enter, setelah itu, kalian harus menyesuaikan urutan tulisan yang berwarna putih.)   Lalu, kita masuk ke konfigurasi PPPo...

Lab 29. Tunnel PPTP (Point To Point Tunneling Protocol)

Gambar
  Lab 29. Tunnel PPTP (Point To Point Tunneling Protocol) PPTP adalah Salah satu service yang biasa digunakan untuk membangun sebuah jaringan VPN adalah Point to Point Tunnel Protocol (PPTP). Sebuah koneksi PPTP terdiri dari Server dan Client.   Untuk masalah keamanan, L2TP lebih aman daripada PPTP, tetapi PPTP lebih cepat dibandingkan dengan L2TP. Untuk konfigurasinya mirip dengan L2TP.   Pada lab ini kita masih menggunakan 2 router, 2 pc dan 1 cloud (router ganti image menjadi cloud). Setelah itu, lakukan: -Memberi identitas pada tiap router yang sesuai   -Memberi IP untuk router di tiap interface-nya, kecuali untuk router yang diubah image-nya, untuk konfigurasi ada di step bawah*.   -Memberi IP dan gateway untuk tiap PC   *Konfigurasinya bisa dilihat di bawah ini (Setelah kalian masuk ke "ip dhcp-server setup", kalian tinggal tekan enter, setelah itu, kalian harus menyesuaikan urutan tulisan yang berwarna putih.)   Lalu, k...

Lab 28. Tunnel GRE (Generic Routing Encapsulation)

Gambar
  Lab 28. Tunnel GRE (Generic Routing Encapsulation) GRE (Generic Routing Encapsulation) adalah sebuah tunnelling protocol yang sebenarnya dikembangkan oleh Cisco System. Dengan menggunakan protokol ini kita dapat melakukan enkapsulasi berbagai protokol yang dibuat untuk kebutuhan link virtual point-to point.   Pada lab ini kita masih menggunakan 2 router, 2 pc dan 1 cloud (router ganti image menjadi cloud). Setelah itu, lakukan: -Memberi identitas pada tiap router yang sesuai   -Memberi IP untuk router di tiap interface-nya, kecuali untuk router yang diubah image-nya, untuk konfigurasi ada di step bawah*.   -Memberi IP dan gateway untuk tiap PC   *Konfigurasinya bisa dilihat di bawah ini (Setelah kalian masuk ke "ip dhcp-server setup", kalian tinggal tekan enter, setelah itu, kalian harus menyesuaikan urutan tulisan yang berwarna putih.)   Nah, sekarang kita masuk ke labnya.   -ROUTER 1   1.Menambahkan DHCP Client, "...

Lab 27. IP Tunnel (IP-IP)

Gambar
  Lab 27. IP Tunnel (IP-IP) Salah satu alternatif tunnel selain menggunakan EoIP adalah dengan menggunakan IPIP. Implementasi IPIP di mikrotik berdasarkan RFC2003. Protokol IPIP berkerja dengan mengenkapsulasi paket data dari satu IP ke IP lain untuk membentuk network tunnel. Berbeda dengan EoIP yang hanya bisa digunakan untuk router yang sama - sama MikroTik, IPIP dapat berjalan hampir di semua jenis router selama router tersebut mendukung protokol IP-IP. kelemahan dari IP-IP adalah tidak dapat di bridge.   Pada lab ini kita menggunakan 2 router, 2 pc dan 1 cloud (router ganti image menjadi cloud). Setelah itu, lakukan: -Memberi identitas pada tiap router yang sesuai   -Memberi IP untuk router di tiap interface-nya, kecuali untuk router yang diubah image-nya, untuk konfigurasi ada di step bawah*.   -Memberi IP dan gateway untuk tiap PC   *Konfigurasinya bisa dilihat di bawah ini (Setelah kalian masuk ke "ip dhcp-server setup", kalian tinggal t...

Lab 26. EOIP (Ethernet Over IP)

Gambar
  Lab 26. EOIP (Ethernet Over IP) EOIP (Ethernet Over IP) adalah protocol tunneling yang di miliki oleh router miikrotik (Propietary Mikrotik) konfigurasi ini memungkinkan terjadinya tukar-menukar paket data dari 1 router ke router lainya dengan memanfaatkan koneksi internet di lokasi yang berjauhan. Pada konfigurasi EOIP terdapat tambahan Tunnel ID, dimana dengan fungsi tunnel ID ini kita dapat membuat lebih dari 1 buah tunnel pada jaringan tersebut. Pada topologi diatas, terdapat tiga buah mikrotik dan dua buah PC. Salah satu mikrotik diibaratkan sebagai internet. Kalian tinggal mengganti image salah satu mikrotik menjadi cloud. Seperti biasa, ganti identitas router dan tambahkan ip address di setiap interface pada semua router (kecuali router yang sebagai internet). -R-Internet -R1 -R2 Sudah selesaii…

Tunnel

Gambar
  Tunnel Tunneling adalah dasar dari VPN untuk membuat jaringan privat melalui jaringan internet, tunneling juga merupakan proses yang memiliki tujuan membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya atau suatu pembungkusan protokol ke dalam paket protokol.

Lab 25. VLAN (Virtual Lan)

Gambar
  Lab 25. VLAN (Virtual Lan) Pada lab ini, kita akan mempelajari tentang VLAN. Apa itu VLAN? VLAN adalah Virtual Local Area Network. Lebih jelasnya, VLAN adalah jaringan virtualisasi jaringan lokal, jadi kita bisa mengkonfigurasi network dalam satu IP address pada suatu interface, itu mudahnya. Langsung saja kita lanjut ke konfigurasinya, pertama tambahkan ip address pada tiap interface setelah itu kita konfigurasikan VLAN nya.   -R1 [admin@MikroTik] > interface vlan add interface=ether1 vlan-id=10 name=interface_Vlan10 [admin@MikroTik] > interface vlan add interface=ether1 vlan-id=20 name=interface_Vlan20   [admin@MikroTik] > interface bridge add name=Vlan10_Bridge [admin@MikroTik] > interface bridge add name=Vlan20_Bridge   [admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=interface_Vlan10 bridge=Vlan10_Bridge [admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=ether5 bridge=Vlan10_Bridge [admin@MikroTik] > inter...

Lab 24. MME (Mesh Made Easy)

Gambar
  Lab 24. MME (Mesh Made Easy) MME (Mesh Made Easy) adalah protokol routing yang terdapat pada Mikrotik. Dan biasanya digunakan untuk routing dalam jaringan wireless mesh. Penambahan protokol MME pada Mikrotik didasarkan pada metode B.A.T.M.A.N (Better Approach To Mobile Ad-hoc Networking). MME bekerja dengan cara mengririmkan pesan broadcast yang disebut sebagai pesan Originator. Pesan ini berisi informasi routing berupa ip address router pengirim pesan (originator) dan daftar prefix network yang ada didalam jaringan mesh. Jika sebuah node menerima pesan oroginator yang belum pernah diterima sebelumnya, maka node tersebut akan melakukan broadcast kembali.   Cara kerja MME adalah melakukan broadcast "Originator Message” secara periodik ke semua node yang terkoneksi. Originator Message berisi informasi routing dari router asal (Router Originator) dan juga bisa ditambahkan dengan prefix routing tertentu jika ada advertise. Jika sebuah node menerima Originator message yang be...

Lab 23. OSPF Routing Filter

Gambar
  Lab 23. OSPF Routing Filter Pada Lab Ini kita akan Membahas OSPF Routing Filter,Apa sih Fungsi Routing Filter itu? Routing Filter Berfungsi Untuk Menyaring Prefix yang akan Masuk Ke tabel Routing OSPF Kita.Routing Filter sangat Berfungsi Untuk Dynamic Route . Di sini Kita akan MemFilter Network 192.168.2.0/24 di R-2 jadi setelah di konfigurasikan OSPF Routing Filter R-2 tidak Memiliki tabel Routing dengan Network 192.168.2.0/24 ,tetapi PC2 tetap bisa melakukan Ping Ke PC3 ,dan PC 3 tidak bisa melakukan Ping Ke PC2.Selanjutnya saya akan Menjelaskan Cara konfigurasi OSPF Filtering. Pertama Setting Identity,Interface Loopback dan IP Address pada Setiap Router. -R1 -R2 Setelah itu kita setting router-id dan advertise network kedalam OSPF pada tiap router. -R1 -R2 Selanjutnya kita akan melakukan routing filter pada R2 agar R2 tidak memiliki table routing network 192.168.2.0/24 -R2 Sekarang R2 Tidak Memiliki Tabel Routing dengan Network 192.168.2.0/24 karna sudah di Filter. Sekarang ...

Lab 22. OSPF Authentication

Gambar
  Lab 22. OSPF Authentication Pada lab ini kita akan mempelajari autentikasi pada OSPF. Fungsinya adalah agar memberi keamanan pada routing OSPF. Langsung saja kita ke konfigurasinya.   -R1 [admin@MikroTik] > routing ospf interface add authentication=md5 authentication-key=ARDI   authentication-key-id=1 interface=ether1   -R2 [admin@MikroTik] > routing ospf interface add authentication=md5 authentication-key=ARDI authentication-key-id=1 interface=ether1   Maka kita telah berhasil menambahkan authentication pada OSPF kita.  

Lab 21. OSPF Redudancy Non Backbone

Gambar
  Lab 21. OSPF Redudancy Non Backbone Setelah kita melakukan routing OSPF awal-awal yaitu OSPF Backbone, sekarang, kita akan melakukan lab routing OSPF Multi Area, yaitu routing OSPF dengan area yang lebih dari satu. Ingat! semua area harus terhubung ke Backbone agar dapat melakukan ping ke semua tempat. Setelah itu, lakukan :   Memberi identitas pada tiap router yang sesuai   Menambahkan interface bridge (perintahnya "interface beridge add name=loopback) yang akan digunakan untuk penamaan router dengan ID yang akan diberikan dengan IP yang prefix-nya /32   Memberi IP untuk router di tiap interface-nya. Khusus untuk interface loopback yang tadi telah dibuat, berikan IP untuk interface loopback router 1 (1.1.1.1/32), lalu untuk router 2 (2.2.2.2/32), dan juga untuk router 3   Memberi IP dan gateway untuk tiap PC   Dari topologi, kita ingin menjadikan area router 2 menjadi backbone area, dan router tetangga menjadi standard area.   ...

Lab 20. OSPF Redudancy Backbone

Gambar
  Lab 20. OSPF Redudancy Backbone Dynamic routing OSPF dengan Redudancy itu sama seperti Static Routing RIP with Redudancy dan juga Fail Over. Setelah itu, lakukan :   -Memberi identitas pada tiap router yang sesuai   -Menambahkan interface bridge (perintahnya "interface beridge add name=loopback) yang akan digunakan untuk penamaan router dengan ID yang akan diberikan dengan IP yang prefix-nya /32   -Memberi IP untuk router di tiap interface-nya. Khusus untuk interface loopback yang telah dibuat, berikan IP untuk interface loopback router 1 (1.1.1.1/32), lalu untuk router 2 (2.2.2.2/32), dan juga untuk router 3.   -Memberi IP dan gateway untuk tiap PC   Di lab ini, kalian dapat melakukan Redudancy dengan mudah, caranya hanya dengan mengonfigurasi semua router seperti kalian mengonfigurasi OSPF Backbone Area. dan cara kerjanya sama dengan seperti di RIP with Redudancy. Mudah bukan?     Cobalah untuk memutuskan jalur utama,...

Lab 19. OSPF Virtual Link

Gambar
  Lab 19. OSPF Virtual Link Pada lab ini, kita akan mempelajari Virtual Link pada OSPF, apa itu? Virtual Link berfungsi untuk menghubungkan area OSPF yang tidak langsung terhubung dengan area 0/backbone, karena OSPF menggunakan sistem area. Dari namanya, kita bisa mengetahui artinya adalah "Link Virtual" yang mana nantinya kita akan membuat link virtual untuk keperluan tadi diatas. Langsung saja ke konfigurasinya, sebelum itu kita cek table routing pada R1. Bisa dilihat, ip dari area 3 belum terdaftar, karena kita belum konfigurasikan OSPF Virtual Link.   -R2 [admin@R-2]  >  routing ospf virtual-link add neighbor-id=3.3.3.3 transit-area=Area2     -R3 [admin@R-3]  >  routing ospf virtual-link add neighbor-id=2.2.2.2 transit-area=Area2   Setelah itu kita cek kembali table routing pada R1 Sekarang bisa dilihat ip pada area 3 ( 40.40.40.0/24 ) sudah masuk ke table routing R1.