Lab 21. OSPF Redudancy Non Backbone

 

Lab 21. OSPF Redudancy Non Backbone


Setelah itu, lakukan :

 

Memberi identitas pada tiap router yang sesuai

 

Menambahkan interface bridge (perintahnya "interface beridge add name=loopback) yang akan digunakan untuk penamaan router dengan ID yang akan diberikan dengan IP yang prefix-nya /32

 

Memberi IP untuk router di tiap interface-nya. Khusus untuk interface loopback yang tadi telah dibuat, berikan IP untuk interface loopback router 1 (1.1.1.1/32), lalu untuk router 2 (2.2.2.2/32), dan juga untuk router 3

 

Memberi IP dan gateway untuk tiap PC

 

Dari topologi, kita ingin menjadikan area router 2 menjadi backbone area, dan router tetangga menjadi standard area.

 

Bukalah semua router, dan ikuti perintah per router di bawah :

 

 

-ROUTER 1

 

sebelum kita mengonfigurasi yang lain, tambahkan area terlebih dahulu, command-nya "routing ospf area add name=StandardArea1 area-id=1.1.1.1". Area-id wajib kita tambahkan yang nantinya berfungsi sebagai pembeda area, kita menggunakan IP tanpa prefix hanya untuk penamaan saja.

 

selanjutnya, tambahkan interface yang terhbung ke router tetangga, yaitu router 2. "routing ospf interface add interface=ether2".

 

atur instance OSPF-nya untuk rule nomor "0", command nya, "routing ospf instance set 0 router-id=1.1.1.1 redistribute-connected=as-type-1"

 

tambahkan network dengan area yang sesuai. Router 1 adalah Standard Area, jadi ia berada di sebelah Backbone area. command nya, "routing ospf network add network 10.10.10.0/24 area=StandardArea1", lalu untuk network PC "routing ospf network add network 192.168.0.0/24 area=StandardArea1", lalu untuk interface loopback "routing ospf network add network=1.1.1.1/32 area=StandardArea1"

 

-ROUTER 2

 

sebelum kita mengonfigurasi yang lain, tambahkan area tetangga kita, yaitu StandardArea1 dan StandardArea2 terlebih dahulu [tidak perlu menambahkan area backbone, karena itu sudah menjadi settingan default], command-nya "routing ospf area add name=StandardArea1 area-id=1.1.1.1", dan "routing ospf area add name=StandardArea2 area-id=3.3.3.3". kedua area kita wajib tambahkan di area backbone, karena kita ingin memberikan porsi tersebut kepada kedua area disebelah kita.

 

selanjutnya, tambahkan interface yang terhbung ke router tetangga, yaitu router 1 dan router 3. "routing ospf interface add interface=ether2", dan "routing ospf interface add interface=ether3"

 

atur instance OSPF-nya untuk rule nomor "0", command nya, "routing ospf instance set 0 router-id=2.2.2.2 redistribute-connected=as-type-1"

 

tambahkan network dengan area yang sesuai, pertama, untuk yang menuju ke router 1, command nya, "routing ospf network add network 10.10.10.0/24 area=StandardArea1", lalu untuk StandardArea2 "routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=StandardArea2", lalu untuk network PC "routing ospf network add network 192.168.1.0/24 area=backbone", lalu untuk interface loopback "routing ospf network add network=2.2.2.2/32 area=backbone"

 

-ROUTER 3

 

sebelum kita mengonfigurasi yang lain, tambahkan area terlebih dahulu, command-nya "routing ospf area add name=StandardArea2 area-id=3.3.3.3". Area-id wajib kita tambahkan yang nantinya berfungsi sebagai pembeda area, kita menggunakan IP tanpa prefix hanya untuk penamaan saja.

 

selanjutnya, tambahkan interface yang terhbung ke router tetangga, yaitu router 2. "routing ospf interface add interface=ether2".

 

atur instance OSPF-nya untuk rule nomor "0", command nya, "routing ospf instance set 0 router-id=3.3.3.3 redistribute-connected=as-type-1"

 

tambahkan network dengan area yang sesuai. Router 3 adalah Standard Area, jadi ia berada di sebelah Backbone area. command nya, "routing ospf network add network 20.20.20.0/24 area=StandardArea2", lalu untuk network PC "routing ospf network add network 192.168.2.0/24 area=StandardArea2", lalu untuk interface loopback "routing ospf network add network=3.3.3.3/32 area=StandardArea2"

 

Setelah selelsai, cobalah untuk melakukan ping dari tempat yang berbeda..


Komentar