Lab 24. MME (Mesh Made Easy)
Lab 24. MME (Mesh Made Easy)
MME (Mesh
Made Easy) adalah protokol routing yang terdapat pada Mikrotik. Dan biasanya
digunakan untuk routing dalam jaringan wireless mesh. Penambahan protokol MME
pada Mikrotik didasarkan pada metode B.A.T.M.A.N (Better Approach To Mobile
Ad-hoc Networking). MME bekerja dengan cara mengririmkan pesan broadcast yang
disebut sebagai pesan Originator. Pesan ini berisi informasi routing berupa ip
address router pengirim pesan (originator) dan daftar prefix network yang ada
didalam jaringan mesh. Jika sebuah node menerima pesan oroginator yang belum
pernah diterima sebelumnya, maka node tersebut akan melakukan broadcast
kembali.
Cara kerja
MME adalah melakukan broadcast "Originator Message” secara periodik ke
semua node yang terkoneksi. Originator Message berisi informasi routing dari
router asal (Router Originator) dan juga bisa ditambahkan dengan prefix routing
tertentu jika ada advertise. Jika sebuah node menerima Originator message yang
belum pernah diterima sebelumnya, maka node (Router wireless) tersebut akan
melakukan re-broadcast ke node yang lain.
Tidak
seperti routing protocol yang sebelumnya dipelajari, MME tidak melakukan
kalkulasi tabel routing atau kalkulasi topology tertentu, tetapi hanya
memonitor packet yang diterima dan juga urutannya dimana hal ini digunakan
untuk mengetahui paket mana yang loss. Dengan data statistik dari originator-originator
yang ada di mesh, maka MME bisa menentukan gateway mana yang terbaik.
Apa yang
menjadi nilai lebih MME ?. Dengan protokol MME, sangat dimungkinkan untuk
mengetahui secara tepat topology dari jaringan mesh yang sifatnya Dinamis yang
sering berganti posisi. Ketika ada perubahan topology, akan memicu perubahan
semua tabel routing di semua node. Untuk embeded system seperti routerboard,
perubahan routing secara drastis akan memakan banyak resource CPU.
Buatlah
topologi diatas! Setelah itu, berilah IP address pada masing-masing interface
pada router, lalu kita masuk ke konfigurasi MME.
-R1
[admin@MikroTik] > routing mme
interface add interface=ether1
[admin@MikroTik] > routing mme
network add network=10.10.10.0/24
-R2
[admin@MikroTik] > routing mme
interface add interface=ether1
[admin@MikroTik] > routing mme
interface add interface=ether2
[admin@MikroTik] > routing mme
network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] > routing mme
network add network=20.20.20.0/24
-R3
[admin@MikroTik] > routing mme
interface add interface=ether1
[admin@MikroTik] > routing mme
network add network=20.20.20.0/24
Jika sudah melakukan konfigurasi MME, Sekarang kita akan cek table routing pada ketiga router.
-R1
Maka semua
routing sudah masuk kedalam table routing, dan kita bisa saling
ping/berhubungan dengan router router lain.
Komentar
Posting Komentar