Lab 15. Open Shortest Path First (OSPF)
Lab 15. Open Shortest Path First (OSPF)
Open
Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic
Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing
antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF
dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari
beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta
policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network
administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam
skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan
informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing,
maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.
OSPF
termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra
yang jauh lebih efisien dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya
OSPF menggunakan protokol sendiri yaitu protokol 89.
OPSF
merupakan protokol routing yang menggunakan konsep hirarki routing, dengan kata
lain OSPF mampu membagi-bagi jaringan menjadi beberpa tingkatan.
Tingakatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan
yaitu area.
OSPF
memiliki beberapa tipe area diantaranya:
Bakcbone -
Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab mendistribusikan informasi
routing antara non-backbone area. Semua sub-Area HARUS terhubung dengan
backbone secara logikal.
Standart/Default
Area -> Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini menerima LSA intra-area dan
inter-area dar ABR yang terhubung dengan area 0 (Backbone area).
Stub Area
-> Area yang paling "ujung". Area ini tidak menerima advertise
external route (digantikan default area).
Not So
Stubby Area -> Stub Area yang tidak menerima external route (digantikan
default route) dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan external route dari
router yang masih dalam 1 area.
Di lab OSPF
yang pertama ini, kita akan melakukan lab dalam Backbone Area saja dulu.
Pada lab ini
kita menggunakan 2 Router dan 2 PC.
Setelah itu,
lakukan :
Memberi
identitas pada tiap router yang sesuai
Menambahkan
interface bridge (perintahnya "interface beridge add name=loopback) yang
akan digunakan untuk penamaan router dengan ID yang akan diberikan dengan IP
yang prefix-nya /32
Memberi IP
untuk router di tiap interface-nya. Khusus untuk interface loopback yang tadi
telah dibuat, berikan IP untuk interface loopback router 1 (1.1.1.1/32), lalu
untuk router 2 (2.2.2.2/32)
Memberi IP
dan gateway untuk tiap PC
Lalu,
masuklah ke kedua router tersebut, lalu masukanlah perintah routing OSPF :
-ROUTER 1
untuk
menambahkan interface khusus OSPF (tambahkan interface yang terhubung dengan
router sebelah) "routing ospf interface add interface=ether2"
untuk
mengatur instance OSPF dalam router "routing ospf instance set 0
router-id=1.1.1.1 redistribute-connected=as-type-1"
untuk
menambahkan network routing OSPF pada network yang menuju router sebelah
"routing ospf network add network=30.30.30.0/24"
untuk
menambahkan network routing OSPF pada network yang menuju PC "routing ospf
network add network=192.168.0.0/24"
untuk
menambahkan network routing OSPF pada interface loopback yang telah kita buat
tadi "routing ospf network add network=1.1.1.1/32
-ROUTER 2
untuk
menambahkan interface khusus OSPF (tambahkan interface yang terhubung dengan
router sebelah) "routing ospf interface add interface=ether2"
untuk
mengatur instance OSPF dalam router "routing ospf instance set 0
router-id=1.1.1.1 redistribute-connected=as-type-1"
untuk
menambahkan network routing OSPF pada network yang menuju router sebelah
"routing ospf network add network=30.30.30.0/24"
untuk
menambahkan network routing OSPF pada network yang menuju PC "routing ospf
network add network=192.168.1.0/24"
untuk
menambahkan network routing OSPF pada interface loopback yang telah kita buat
tadi "routing ospf network add network=1.1.1.1/32
Di awal
routingan ini, kita tidak perlu menambahkan area, karena di OSPF area yang
default/yang sudah otomatis ada, yaitu Backbone.
Sekarang,
lakukan ping dari segala tempat. apabila semuanya me-reply, berarti routing
OSPF berhasil.
Komentar
Posting Komentar